Ketua Forum KIM Kukar Menggerakkan Komunitas Informasi Masyarakat Dengan Uang Pribadi

  • Jun 25, 2024
  • Rin Muna
  • Kegiatan, Giat Komunitas

Mutiara-borneo.kim.id, Samboja - Forum KIM terus bergerak memperkenalkan potensi daerah dengan biaya pribadi. 

Kehadiran KIM (Komunitas Informasi Masyarakat) bukanlah hal yang baru dalam era digital. KIM menjadi ujung tombak komunitas dalam menyebarkan informasi ke masyarakat, juga menjadi bagian penting bagi Kementerian Kominfo untuk mengumpulkan informasi tentanv potensi daerahnya masing-masing. 
Sayangnya, kehadiran KIM masih dipandang sebelah mata. Kehadiran KIM dianggap tidak memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Sehingga tidak banyak masyarakat yang menganggap kehadiran KIM memiliki peran penting dalam kehidupan mereka. 

KIM memiliki program yang jelas. Dalam penyebaran informasi, KIM juga menjadi bagian penting dalam menangkal berita hoax. Semua sektor sosial, pendidikan dan ekonomi, membutuhkan support digital dalam dunia usahanya, terutama untuk mempromosikan usaha atau kegiatannya. Itulah sebabnya KIM hadir sebagai mitra kerja pemerintah dan masyarakat dalam penyebaran informasi. 

Melalui KIM, komunitas dapat berdaya dengan baik ke depannya. Hanya saja, KIM masih memiliki kendala besar salam menjalankan perannya. Salah satunya ialah tidak memiliki dana untuk terus bergerak aktif mencari informasi secara realtime. Dalam diskusi, Ketua Forum KIM Kukar mengungkapkan bahwa ia menggerakan komunitas informasi masyarakat dengan uang pribadi karena tidak ada anggaran dari pemerintah. Keterbatasan ini menjadi kendala besar bagi KIM untuk bergerak maju. Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan Pemerintah Desa juga mengkhawatirkan anggaran dalam pembentukan KIM. Mayoritas dari mereka, tidak mau membentuk KIM karena tidak memiliki anggaran untuk pergerakan komunitas informasi tersebut.

Harapannya, OPD terkait yang ada di wilayah Kutai Kartanegara bisa merangkul KIM dan menjadikan KIM sebagai pusat desiminasi informasi, agar daerahnya bisa cepat maju dan memiliki fasilitas publikasi yang dipercaya oleh masyarakat. (/rm)